Breaking News
Loading...

Sistem konverter kit bahan bakar alternatif selain BBM
Untuk menggunakan bahan bakar alternatif seperti gas diperlukan tabung sebagai wadah tampung bahan bakar gas tersebut sedangkan tangki merupakan wadah tampung yang diperlukan untuk bahan bakar yang berwujud cair seperti BBM dan bioethanol (alkohol). Untuk mengalirkan bahan bakar dari wadah tampung ke ruang bahan bakar diperlukan sistem distribusi seperti pipa, valve dan komponen lainnya sebagai pendukung sistem distribusi bahan bakar alternatif.

Perbedaan konverter kit tergantung pada kekokohan atau ketahanan dari komponen konverter kit itu sendiri terhadap tekanan bahan bakar yang dipergunakan. Tekanan bahan bakar yang paling tinggi adalah tekanan pada CNG (compressed natural gas) dengan tekanan gas dalam tabung yang berkisar antara 200 – 300 bar (2800 psi hingga 4300 psi). Kemudian diikuti oleh bahan bakar LPG (liquid petroleum gas) dengan tekanan gas dalam tabung berkisar antara 4 sampai 15 bar (56 psi hingga 280 psi). Sedangkan tekanan bahan bakar bioethanol hampir sama dengan tekanan BBM (kurang lebih antara 2 – 3 bar). Tekanan itu terjadi karena adanya fuel pump (pompa bensin) dalam sistem otomotif.
Sistem konverter kit CNG atau LPG
Dapat dilihat bahwa semua komponen konverter kit CNG dan LPG sama saja dan perbedaan hanya terletak pada sistem ketahanan dan kekokohan komponennya. Hal ini dapat dilihat dari kekokohannya pada sistem wadah tampung (tabung), pada sistem distribusi seperti pipa dan terakhir pada gas reducernya (penurunan tekanan gas).

Apa itu Gas Reducer? Gas reducer adalah suatu peralatan yang paling penting dalam sistem konverter kit untuk menurunkan tekanan gas yang tinggi dalam tabung sehingga tekanan gas akan dengan mudah dikontrol setelah melalui peralatan gas reducer. Selain itu gas reducer mempunyai fungsi sebagai wadah tampung sementara sehingga aliran gas tidak langsung berasal dari tabung utama langsung ke dalam ruang bakar melainkan bertahap gas pindah dari tabung utama ke gas reducer sehingga gas dapat dipanaskan dengan baik. Kondisi dingin yang terjadi akibat perbedaan tekanan atau perubahan wujud cair ke gas memerlukan sistem pemanasan. Sistem pemanasan pada wadah tampung (tabung) yang besar akan menyulitkan dibandingkan dengan wadah kecil seperti gas reducer yang berbentuk keong. Dengan menggunakan gas reducer maka penurunan tekanan dan pemanasan gas dapat dilakukan dengan baik.

Tekanan pada outlet komponen gas reducer biasanya kecil dan dapat dikendalikan dengan mudah. Oleh karena itu setelah outlet komponen gas reducer pada sistem konverter kit dapat digunakan hose (selang) untuk distribusi gas masuk kedalam ruang bakar setelah melalui solenoid valve jika sistem yang dipergunakan adalah sistem sequential. Komponen lain yang berada setelah komponen gas reducer dapat dipasangkan dengan sistem yang sama, apakah itu konveter kit CNG atau LPG, karena pengendalian tekanan yang sulit hanya berlaku sebelum inlet gas reducer.

Tabel dibawah ini adalah komponen yang terdapat pada konverter kit CNG dan LPG. Susunan komponen disesuaikan dengan urutan keberadaan konverter kit pada posisinya.

Komponen konverter kit sequential CNG atau LPG
Perbedaan konverter kit cng dan lpg selain kekokohan dan ketahanan komponennya terhadap tekanan juga terletak pada sistem kontrolnya yang tidak hanya merubah besaran bahan bakarnya melainkan juga merubah besaran ignition atau pengapian. Perubahan pada pengapian sangat diperlukan mengingat nilai oktan gas alam (CNG) sudah dapat dipastikan berada pada angka 120 dan lebih besar dibandingkan dengan bahan bakar gas LPG dengan nilai oktan yang berkisar pada kisaran angka 100 (hampir mendekati nilai oktan pertamax plus dengan nilai 95).

Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen konverter kit CNG dan LPG serupa tapi tidak sama dengan perbedaan ketahanan dan kekokohannya masing-masing. Yang menjadi sulit dalam pemasangan konverter kit adalah jenis dan teknologi otomotif saat ini (era abad 21) yang terus berkembang dan semakin canggih. Oleh karena itu sangat disarankan untuk menjalankan terlebih dahulu “Demonstrative Projects” sehingga menghasilkan panduan pemasangan pada beragam jenis dan teknologi kendaraan. Selain itu perlu diingat bahwa banyak sekali penyesuaian komponen dan pemasangan terhadap teknologi otomotif yang sering disebut spare parts konverter kit sebagai komponen tambahan untuk penyesuaian pemasangan sesuai jenis kendaraannya.

Agar program pemerintah mengenai konverter kit dapat berjalan dengan baik dan lancar dengan pemasangan konverter kit yang aman (safety) maka mau tidak mau “Demonstrative Projects” harus dijalankan yang dapat ditemukan dalam istilah pemerintah sebagai “survey kendaraan untuk konversi”. Apakah maksud dan tujuannya sama dengan “Demonstrative Projects”, hal ini perlu dikaji bersama-sama.

Catatan :
Penggunaan istilah NGV (natural gas vehicle) ditujukan pada penggunaan gas alam (natural gas) berupa gas methan atau CH4 pada kendaraan. Gas tersebut akan berwujud cair pada tekanan minimal 200 bar didalam tabung. Oleh karena itu gas tersebut dinamakan CNG (compressed natural gas) dan gas tersebut akan mencair jika ditekan dengan tekanan tinggi. Ada lagi gas alam dengan susunan yang sama berupa cair yang biasa disebut dengan LNG (liquid natural gas). Gas alam atau methan ini akan mencair jika didinginkan dengan temperature (minus) – 163 derajat celcius dan biasanya gas alam ini ditemukan pada pengiriman gas keluar negeri (ekspor) menggunakan tangki besar dan dingin dikapal laut.

Penggunaan istilah LGV (liquid gas vehicle) adalah gas propane dan butane yang dipergunakan dikendaraan dan biasanya dinamakan LPG (liquid petroleum gas). Istilah lain dari bahan bakar LPG yang dapat ditemukan di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU/SPBG) adalah Vigas dan istilah ini dipergunakan agar dapat membedakan dari LPG yang dipergunakan dirumah tangga. Gas yang terdapat dalam tabung 3kg atau 12kg sebenarnya terdapat dua jenis gas yaitu LPG yang merupakan gas yang diperoleh pada saat bahan bakar minyak keluar dari perut bumi. Sementara terdapat juga gas dalam tabung 3kg atau 12kg yang diperoleh dari hasil proses synthesis gas alam methan/CH4 yang biasanya dinamakan DME (dimethyl ether).

Tidak dapat di indentifikasi apakah dalam tabung 3 kg atau 12 kg terdapat LPG atau DME didalamnya karena pengganti LPG jika bahan bakar minyak menipis atau habis akan digantikan dengan DME sebagai energy atau bahan bakar berupa gas untuk masa depan. Seharusnya pemerintah menyampaikan hal ini dengan benar sehingga rakyat juga tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sumber: Konverter Kit Indonesia -  oleh: Dipl. - Ing. A. Hakim Pane

Apakah anda setuju untuk mengkonversi BBM ke LPG ?