Breaking News
Loading...

Info Post
BAHAN BAKAR GAS UNTUK KENDARAAN BERMOTOR DI INDONESIA ADA 4 JENIS :

CNG : COMPRESSED NATURAL GAS
LGV : LIQUIFIED GAS FOR VEHICLE
BIOGAS
HIDROGEN

CNG ADALAH GAS ALAM YANG DIKOMPRESI KEDALAM TABUNG BAJA HINGGA MENCAPAI TEKANAN 200 BAR

LGV ADALAH GAS CAIR SEJENIS LPG YANG DIPOMPAKAN KEDALAM TABUNG HINGGA MENCAPAI TEKANAN 18 BAR

TYPE CNG LEBIH SESUAI UNTUK KENDARAAN UMUM TRAYEK TETAP
TYPE LGV LEBIH SESUAI UNTUK MOBIL PRIBADI ; SEPEDA MOTOR DAN TAXI

PENGGUNAAN BBG DAN LPG PADA KENDARAAN

BAHAN BAKAR GAS- CNG :

Adalah produk gas alam yang terdiri dari C1 dan C2 (Ethane dan Methane)
GAS ALAM TANPA MELALUI PROSES DI DALAM KILANG YANG RUMIT , DITRANMISIKAN DARI PERUT BUMI KE SPBG MELALUI JALUR PIPA GAS DENGAN TEKANAN 4 S/D 60 BAR , KEMUDIAN DIPADATKAN KEDALAM BEJANA / TABUNG / CYLINDER / STORAGE TANK DENGAN MENGGUNAKAN KOMPRESSOR HINGGA GAS TERSIMPAN DENGAN TEKANAN 200 BAR.

KEMUDIAN GAS DIDISTRIBUSIKAN DI SPBG MELALUI DISPENSER KEDALAM TABUNG GAS DI KENDARAAN HINGGA TERSIMPAN DENGAN TEKANAN 200 BAR
KEMUDIAN TEKANAN DITURUNKAN DENGAN CONVERSION KIT DI KENDARAAN DAN TEKANAN DITURUNKAN HINGGA 0.4 BAR DAN DIMASUKAN KE RUANG BAKAR MELALUI KARBURATOR

BAHAN BAKAR GAS – LGV :

GAS ALAM YANG DIOLAH DIDALAM KILANG LPG HINGGA MEMILIKI SPESIFIKASI TERTENTU DALAM BENTUK CAIR DAN DISIMPAN DIDALAM BEJANA TEKAN PADA TEKANAN 4 S/D 8 BAR

LGV (LIQUIEFIED GAS for VEHICLE) adalah produk hidrokarbon terdiri dari C3 dan C4(Propane dan Butane) pada komposisi tertentu yang mana pada temperature ambient berwujud berupa cairan dengan tekanan 115 – 175 psi dan akan berubah menjadi fase gas pada tekanan < 1 atm yang keluar dari conversion kit ke mixer, dengan kandungan octane 98 s/d 105.

KEMUDIAAN LPG DITRANPORTASIKAN KE SPBULPG DENGAN SKID TANK (TRAILER LPG) DALAM TEKANAN 4 S/D 8 BAR.
KEMUDIAN LPG DIDISTRIBUSIKAN KE TANGKI LPG KENDARAAN MELALUI DISPENSER PADA TEKANAN HINGGA 18 BAR
KEMUDIAN TEKANAN DITURUNKAN DENGAN CONVERSION KIT DI KENDARAAN DAN TEKANAN DITURUNKAN HINGGA 0.4 BAR DAN DIMASUKAN KE RUANG BAKAR MELALUI KARBURATOR

SIFAT LPG

LPG :Liquefied Petroleum Gas

LPG untuk kendaraan sering disebut Auto Gas atau LGV (Liquefied Gas Vehicle) adalah hydrocarbon dalam bentuk propane atau butane yang dalam kondisi normal berbentuk uap / kabut namun akan berbentuk cair bila diberi tekanan tertentu.

LPG adalah energi yang mirip dengan bensin
LPG memiliki sifat bakar yang bersih 

Bahan Bakar Gas lainnya:
 
Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida.

Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan listrik.

Komposisi biogas bervariasi tergantung dengan asal proses anaerobik yang terjadi. Gas landfill memiliki konsentrasi metana sekitar 50%, sedangkan sistem pengolahan limbah maju dapat menghasilkan biogas dengan 55-75%CH4

Komposisi biogas
Komponen %
Metana (CH4) 55-75
Karbon dioksida (CO2) 25-45
Nitrogen (N2) 0-0.3
Hidrogen (H2) 1-5
Hidrogen sulfida (H2S) 0-3
Oksigen (O2) 0.1-0.5

Gas Hidrogen:

Sistem bahan bakar hydrogen mempergunakan alat konversi untuk merubah hydrogen, alkohol, atau metane , menjadi energi listrik. Bahan bakar hydrogen dapat menghasilkan energi listrik tanpa menimbulkan polusi, khususnya bila menggunakan air bersih.

Bahan bakar hydrogen digunakan untuk penelitian luar angkasa dan teknologi lainnya. Terbukti efisien sebagai sumber energi.

Prinsip kerja bahan bakar hydrogen yaitu elektrolisis yang memecah air menjadi hydrogen dan oksigen menjadi gas. Pada saat yang bersamaan terjadi hydrolysis yaitu menggabungkan kedua gas tersebut yaitu hydrogen dan oksigen untuk menghasilkan listrik.

Elektroda yang terhubung pada sisi negatif sumber listrik mengeluarkan elektron. Elektron ini melalui media elektroda menyatu dengan molekul air. Selanjutnya molekul air tersebut berubah menjadi molekul atom hydrogen (H2), terlepas dari molekul air yang sudah terisi elektron negative (OH-). Gelembung gas hydrogen yang terbentuk dari elektroda dan elektron negatif yang ikut berpindah menjadi gelembung gas.

Pada eleketroda lainnya, sisi positif sumber listrik menarik elektron dari molekul air. Molekul air tersebut, terpecah menjadi atom hydrogen yang terisi ion positif (single proton) dan molekul oksigen. Kemudian molekul oksigen tadi menjadi gelembung dan proton yang terkandung di dalamnya ikut berpindah melalui media elektroda. Proton ini kemudian menyatu dengan ion (OH-) dari elektron negatif.

Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar pada konsentrasi serendah 4% H2 di udara bebas.[8] Entalpi pembakaran hidrogen adalah -286 kJ/mol. Hidrogen terbakar menurut persamaan kimia:

2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(l) + 572 kJ (286 kJ/mol)

Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai perbandingan, hidrogen meledak seketika disulut dengan api dan akan meledak sendiri pada temperatur 560 °C. Lidah api hasil pembakaran hidrogen-oksigen murni memancarkan gelombang ultraviolet dan hampir tidak terlihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu, sangatlah sulit mendeteksi terjadinya kebocoran hidrogen secara visual. Kasus meledaknya pesawat Hindenburg adalah salah satu contoh terkenal dari pembakaran hidrogen. Karakteristik lainnya dari api hidrogen adalah nyala api cenderung menghilang dengan cepat di udara, sehingga kerusakan akibat ledakan hidrogen lebih ringan dari ledakan hidrokarbon. Dalam kasus kecelakaan Hidenburg, dua pertiga dari penumpang pesawat selamat dan kebanyakan kasus meninggal disebabkan oleh terbakarnya bahan bakar diesel yang bocor.

H2 bereaksi secara langsung dengan unsur-unsur oksidator lainnya. Ia bereaksi dengan spontan dan hebat pada suhu kamar dengan klorin dan fluorin, menghasilkan hidrogen halida berupa hidrogen klorida dan hidrogen fluorida.


Apakah anda setuju untuk mengkonversi BBM ke LPG ?