Movie Motor Ignition


Setelah kita mengetahui bagaimana penggunaan konverter kit LPG pada kendaraan sesuai ketentuan, aturan dan regulasi UNECE No. 67 atau ECE R67, maka selanjutnya kita bahas mengenai konverter kit CNG yang sesuai dengan UNECE No. 110 atau ECE R110. Dibawah ini terdapat Flowchart komponen konverter kit CNG yang sesuai dengan ECE R110. (Silahkan klik gambar dibawah ini agar dapat terlihat dengan jelas).
Gambar : Flowchart penggunaan komponen konverter kit sesuai UNECE No. 110 (CNG).
  • Kelas 0 : bagian komponen peralatan konversi bertekanan tinggi pada tekanan atau peningkatan tekanan gas hingga 26000 kPa (260bar atau 3771psi), komponen pendukung berisi gas CNG. Komponen bagian tampung termasuk tabungnya.
  • Kelas 3 : bagian komponen peralatan konversi bertekanan untuk rentang tekanan operasi maksimum terbatas di atas 450 kPa (4,5 bar atau 65 psi) dan dibawah 3000 kPa (30 bar atau 435 psi), komponen pendukung berisi gas CNG. Katup penutup dan dan katup pengatur tekanan.
  • Kelas 1 : bagian komponen peralatan konversi bertekanan untuk rentang tekanan operasi maksimum terbatas di atas 450 kPa (4,5 bar atau 65 psi) dan dibawah 3000 kPa (30 bar atau 435 psi), komponen pendukung berisi gas CNG. Tidak ada unsur katup baik untuk penutup atau pengatur tekanan.
  • Kelas 2 : bagian komponen peralatan konversi bertekanan rendah untuk rentang tekanan operasi maksimum terbatas di atas 20 kPa (0,2 bar atau 2,9 psi) dan dibawah 450 kPa (4,5 bar atau 65 psi), komponen pendukung berisi gas CNG, unsur katup pengatur tekanan.
  • Kelas 4 : bagian komponen peralatan konverter kit bertekanan rendah komponen pendukung berisi gas CNG
Dapat dilihat pada ketentuan, aturan dan regulasi peralatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) menggunakan bahan bakar gas CNG diatas, tidak terlihat adanya fase cair dan hanya terlihat fase gas. Didalam tabungpun hanya dapat ditemukan fase gas dan tidak ada dalam wujud cair. Oleh karena itu pada penggunaan konverter kit CNG, kapasitas bahan bakar gasnya hanya tergantung dari proses pemampatan atau kompresi gas dalam tabung gas CNG yang kokoh, semakin tinggi tekanannya maka semakin besar kapasitas gasnya. Lihat gambar dibawah ini, tabung gas CNG dengan ukuran 50 liter (diameter 325mm. lenght 970 mm).
Gambar : Tabung CNG (cylinder) ukuran 50 liter (diameter 325mm, lenght 970mm).

Setelah komponen tabung yang berisi gas CNG dalam fase gas, diperlukan komponen yang kokoh pula untuk mendistribusikan gas bertekanan tinggi agar gas dapat dialirkan atau didistribusikan untuk dipergunakan oleh engine/mesin sebagai bahan bakar kendaraan. Selain pipa yang kokoh terdapat juga komponen-komponen lain seperti komponen "Percabangan", "Pressure Meter", "Filling sistem", dan "Gas Reducer" yang merupakan
komponen yang paling penting untuk penurunan tekanan tinggi. Dibawah ini terdapat gambar komponen-komponen dari kelas 3 dan kelas 1 yang dipakai sebagai komponen distribusi gas pada kendaraan.
Gambar : Komponen-komponen bertekanan tinggi diluar komponen tabung.

Mari kita tampilkan juga sistimatis pemasangan komponen konverter kit CNG secara umum pada gambar dibawah ini agar posisi komponen yang bertekanan tinggi dan rendah dapat dibedakan untuk keamanan dari peralatan konversi ini.
Gambar : Sistimatis komponen konverter kit CNG dengan sistem sequential

Line atau garis warna biru menggambarkan aliran gas CNG yang dimulai dari tabung. Komponen percabangan dapat dipasang langsung pada outletnya tabung CNG atau pada inletnya gas reducer. Komponen percabangan ini diperlukan agar komponen pressure meter dapat dipasang untuk mengukur tekanan gas pada tabung, yang mana ukuran tekanan gas tersebut mewakili kapasitas bahan bakar gas CNG yang berada dalam tabung. Jika tekanannya kecil menunjukkan keberadaan bahan bakar gasnya dalam tabung yang mulai menipis atau habis.

Bagaimana pemasangan komponen-komponen yang bertekanan tinggi sehingga distribusi gas dapat dialirkan dengan baik? Atau dengan pertanyaan, bagaimana pipa-pipa disambung diantara dua komponen bertekanan tinggi? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan gambar dibawah ini bahwa pipa dengan ukuran diameter kecil dimasukkan pin kecil yang nantinya pada saat penguncian baut yang keras membuat pin kecil tersebut mengembang dengan sendirinya dan mengunci sambungan pipa bertekanan tinggi.
Gambar : Cara penyambungan komponen pipa bertekanan tinggi pada komponen lainnya.

Setelah komponen "Gas Reducer" dipasangkan komponen-komponen bertekanan rendah, diantaranya adalah komponen "filter", "gas valve" (untuk sistem sequential), sensor temperatur, sensor tekanan dan lain-lain. Demikian juga penggunaan komponen pipa fleksibel dapat dipergunakan setelah komponen gas reducer karena tekanan outlet gas reducer kecil sekali berkisar antara 15 hingga 25 psi. Gambar dibawah ini dapat dilihat komponen-komponen bertekanan rendah dengan semua komponen pendukungnya.
Gambar : Komponen-komponen bertekanan rendah

Sekarang mari kita bahas mengenai instalasi konverter kit CNG dengan sistem sequential. Dibawah ini terdapat beberapa gambar langkah demi langkah pemasangan komponen konverter kit CNG sequential. (Klik gambarnya agar dapat terlihat dengan jelas).
Gambar : Pemasangan komponen konverter kit pada kendaraan.

Dapat dilihat pada gambar bahwa pemasangan dilakukan bertahap dengan melihat posisi dan tempat komponen didalam kendaraan yang baik. Untuk itu diperlukan sekali bracket setiap komponen konverter kit yang akan dipasang (kadang-kadang bracket harus dibuat sendiri).

Tahap pertama adalah pemasangan komponen gas reducer dengan posisi yang baik. Tahap kedua adalah pemasangan komponen gas valve dan melubangi intake sistem untuk dipasangkan dengan komponen pendukung (nipel) sehingga aliran gas bertekanan rendah dapat masuk kedalam intake sistem kendaraan melalui gas valve.

Tahapan berikutnya adalah menganalisa sistem injector kendaraan jika konverter kit yang dipergunakan adalah sistem sequential. Pada tahapan inilah diperlukan tenaga ahli untuk dapat menganalisa dan memulai pekerjaan ini. Setiap kabel pada injector dipotong untuk nantinya disambungkan pada gas kontrol unit. Perlu diperhatikan penandaan setiap langkah pemotongan kabel dan pemasangan ke gas kontrol unit. Jika semua kabel sudah tersambung berikut kabel "pressure actuator", "pressure meter" dan semua "sensor" maka posisikan gas kontrol unit pada tempat yang aman dan terlindungi.

Pemasangan bracket tabung CNG beserta tabungnya merupakan tahapan pengerjaan selanjutnya. Filling sistem dengan bracketnya yang sudah tersedia dipasang pada tempat yang mudah dijangkau untuk pengisian bahan bakar gas (BBG) di kendaraan. Jika bracket tabung, filling sistem dan tabung sudah terpasang maka pipa bertekanan tinggi harus dipasangkan dengan baik dan tidak bocor dimulai dari tabung ke gas reducer, dari tabung ke filling sistem dan dari filling sistem ke gas reducer.

Jika tahapan ini sudah dilakukan dan semua pengecekan terhadap kebocoran telah teruji dengan baik maka tabung dapat diisi dengan bahan bakar gas (BBG) di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) dan dicoba kinerja gas kontrol untuk mendapatkan tuning yang baik sehingga performa, efisiensi dan emisi gas buangnya didapat dengan sempurna.

Dari pemasangan dan sosialisasi konverter kit CNG dengan sistem sequential pada tanggal 12 Oktober 2012 didapat beberapa kesimpulan dan tanggapan :

1. Pada saat pemasangan tidak ditemukan pendataan kendaraan terkonversi yang nantinya sangat diperlukan untuk tracing dan maintenance (perawatan) kendaraan terkonversi. (Tidak ada sistem ISO dalam pemasangan)

2. Pada saat pemasangan tidak ada penandaan dalam bentuk labeling dan marka yang bertujuan untuk referensi technical specification dan lulus uji.

3. Tidak adanya sistem atau management dalam pemasangan sehingga terkesan tidak professional dan ditemukan kesalahan dalam pemasangan yaitu kendaraan tidak hidup pada saat diuji coba pertama kali. Setelah ditest ternyata terdapat kesalahan soket injector diurutannya sehingga kendaraan tidak mau hidup walaupun menggunakan bahan bakar minyak (BBM) atau bensin. Kesalahan ini mengorbankan waktu yang lama dalam pemasangan (dari jam 10 pagi sampai jam 7 malam).

4. Dari sosialisasi dilapangan pada saat pemasangan terdapat banyak sekali informasi yang mengejutkan :

  • Pernah terjadi peristiwa yang mana tabung CNG meledak karena tekanan tinggi. Tabung terbelah menjadi dua dengan jarak pentalan mencapai ratusan meter. Bayangkan tekanan udara atau gas dalam ban kendaraan hanya berkisar 40 psi atau 2,7 bar yang jika meletus lumayan juga mengagetkan. Bagaimana dengan tekanan berkisar 3771 psi atau 260 bar, dahsyatkah kejadiannya????
  • Peristiwa tabung meledak juga membuat kendaraan terbelah menjadi dua seperti ikan lele dimakan yang tinggal hanya kepalanya saja.
  • Peristiwa tabung meledak juga membuat korban dengan tangan yang putus pada saat kendaraan angkotnya sedang dicuci.
  • Peristiwa tabung tidak meledak melainkan keran terbuka atau ada pipa yang bocor. Tabung yang berat berputar dan mencelakai beberapa orang yang berada didekatnya.
  • Kebetulan bengkel pemasangan sangat dekat sekali dengan SPBU yang mana personilnya dimintakan keterangan seputar BBG yang dipergunakan pada kendaraan umum (angkot). Kasihan mereka selalu berkali-kali mengisi bahan bakar gas (BBG) karena kapasitasnya sedikit sehingga dalam sehari dapat 3 atau 4 kali harus bolak balok mengisi bahan bakar gas (BBG) di SPBU.
5. Dilihat dari cara pemasangan komponen konverter kit memang kita perlu memperhatikan komponen yang lulus test uji dan pemasangan yang ekstra hati-hati pada komponen bertekanan tinggi. Berbeda dengan komponen konverter kit LPG yang memiliki tekanan yang rendah sehingga penggunaan pipa fleksibel saja dapat dipakai pada jalur tekanan antara tabung dan gas reducer.

6. Harga bahan bakar gas (BBG) yang setara dengan bensin sebenarnya hanyalah konversi liter terhadap tekanan gas yang tidak dalam wujud cair dalam tabung. Istilah LSP (Liter Setara Premium) sebenarnya hanyalah perhitungan tekanan yang diberikan untuk membuat kapasitas tabung berisi gas yang semakin penuh jika tekanan semakin tinggi. Sebenarnya dasar LSP harus didasari pada jenis kendaraan karena penggunaan bahan bakar gas (BBG) atau bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan berbeda hasilnya juga akan berbeda. Ingat setiap gas dapat mencair bahkan gas Hydrogen atau Oksigen pun dapat berubah wujudnya menjadi cair akibat tekanan yang tinggi (p.V = n R.T, hukum gas ideal) lihat artikel sebelumnya mengenai gas Hydrogen yang dipakai pada “Space Shutle”.

7. Dari mulai pemasangan konverter kit, pengisian bahan bakar gas (BBG) dan uji coba kendaraan APV milik LIPI menggunakan BBG ternyata kapasitas BBG dengan cara pemampatan atau kompresi tidak memiliki jarak tempuh yang jauh. Perjalanan dari bengkel di Gandaria, jl Raya Bogor km 28, depannya pabrik Panasonic ke lokasi LIPI di Gatot Subroto memerlukan bahan bakar gas setengahnya yang tertera pada indikator yang tinggal tersisa dua lampu yang tadinya full empat lampu sesuai pengisian BBG yang full atau penuh.

8. Oleh karena itu benar adanya jika konverter kit CNG dipergunakan pada kendaraan berbadan besar sehingga penggunaan beberapa tabung dapat dipasang untuk antisipasi kapasitas bahan bakar gas  yang kecil, tabung yang besar dan berat sekali.

Demikian informasi seputar pemasangan dan status peralatan konverter kit menggunakan bahan bakar gas CNG yang memiliki lebih banyak kelemahannya dibandingkan dengan peralatan konverter kit menggunakan bahan bakar gas LPG.


Menurut pendapat mereka sebagai pengguna konverter kit CNG bahwa gas CNG lebih ringan dibandingkan dengan udara maka dengan demikian tidak berbahaya. Menurut pendapat saya penggunaan gas CNG akan membuat tingkat bahaya dua kali yaitu ledakan akibat tekanan yang sangat tinggi dan ledakan akibat jenuhnya gas yang tidak lepas keudara melainkan berada didalam kabin mobil jika tabung diposisikan didalam kabin bukan  diluar kendaraan. Bahkan terjadinya kejenuhan gas dalam ruang karena kebocoran misalnya akan terjadi dengan cepat karena tekanan gas CNG sangat tinggi. Wow ngeri banget....!!!!  

Berbeda dengan gas LPG yang mana kebocoran dapat dideteksi atau ditemukan karena ada bau yang diberikan pada gas LPG. Ingat gas biasanya tidak berbau, tidak berwarna dan bahkan tidak terlihat. Sayangnya gas CNG tidak diberikan bau sehingga jika ada kebocoran tidak dapat diketahui. Awas !!! hati-hati bagi para pengguna gas CNG yang mana tabungnya tidak dipasang diluar kendaraan melainkan di dalam kabin kendaraan akan kebocoran gas CNG yang tidak dapat dideteksi dengan adanya bau.

Lihat keunggulan peralatan konverter kit LPG pada artikel sebelumnya atau lihat saja pada situs-situs mengenai konverter kit seperti situs Autogas dan lain-lain. Negara maju sudah mulai meninggalkan konverter kit berbahan bakar CNG pada kendaraan berbadan kecil seperti sedan dan menggunakan konverter kit berbahan bakar LPG atau paling tidak mereka hanya memakai konverter kit CNG pada kendaraan berbadan besar seperti pada kendaraan bis atau truk. Mengenai ketersedian bahan bakarnya sendiri yaitu gas LPG haruslah kita jujur menyikapi ini semua dan berpihak pada rakyat yang sekarang kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Terima Kasih.....

Dipl. - Ing. A. Hakim Pane

Apakah anda setuju untuk mengkonversi BBM ke LPG ?